Senang...
Iya senang, ketika akhirnya kamu mulai mengakui bahwa....
Kamu menginginkanku menjadi pendampingmu
Tak pernah terpikirkan sama sekali olehku bahwa akhirnya kamu akan mengatakan hal itu kepadaku
Tembok yang sudah ku bangun selama empat tahun lebih ini ternyata tak sia-sia
Yang kukira akan di robohkan oleh orang lain yang mulai memasuki hidupku pun aku salah
Ternyata memang.....
... Rumahku itu kamu
Aku juga bukan cenayang yang bisa memprediksi bahwa masa depanku memang kamu
Tapi, setidaknya ku tahu bahwa selama ini ternyata kamu menginginkanku
Menginginkanku ada disamping kamu
Berkali-kali aku terjatuh, dan bangkit dalam menghadapi segala macam cobaan ketika aku menginginkanmu
Tetapi, aku sadar bahwa dulu itu memang masih belum waktunya
Beberapa kali aku terjatuh ke pelukan orang lain
Tapi aku juga masih tidak paham kenapa setiap kali aku terjatuh, tempatku kembali pulang adalah kamu
Itu yang membuatku terus berpikir
Apakah aku akan melepasmu, atau akan tetap menggenggammu
Sampai akhirnya aku membuat keputusan bahwa aku akan mencoba untuk membuka hati untuk orang lain, tanpa membohongi ataupun menghilangkan perasaan ini untukmu
Sampai akhirnya,
Kita bertemu lagi
Dengan alasan bertemu yang sangat lucu
Kamu mempunyai "hutang" kepadaku
Iya, hutang untuk mengajakku makan malam
Bahagia memang,
Ketika kamu mengajakku, rasanya seperti aku mendapatkan lotre
Tetapi, hal itu sirna ketika kamu berpamitan kepadaku bahwa kamu akan mulai pindah ke luar kota untuk bekerja
Aku shock, tapi aku mencoba untuk tetap stay cool
Iya, aku gengsi
Iya, aku sedih
Tapi aku bisa apa?
Tapi semua perasaan itu hilang kembali ketika sampai rumah kamu mengirimi ku pesan berisi...
Bahwa kamu mengajakku untuk menjalin sebuah hubungan
Aku berlari menuju kamar ibuku
Meminta pendapat apa yang terbaik untukku
Dan ibu menyetujuinya
Aku akhirnya mengikuti saran ibuku
Dan akhirnya kita sekarang ini bersama kan?
Sesuatu yang sudah ku tunggu selama hampir empat tahun, atau bahkan sudah lebih
Iya aku bahagia, tapi aku tidak boleh terlalu larut dengan kebahagiaan ini
Jalan kita masih panjang, mas....
Tapi tenang, aku akan mencoba untuk melakukan hal terbaik yang masih sejalan dan sesuai dengan apa yang aku yakini
Aaah
Perbincangan ini sebenarnya ingin aku sudahi,
Tetapi, tiba-tiba aku teringat bahwa sebentar lagi kamu tidak bisa lagi setiap saat ada untuk aku
Sedih memang, pertanyaan kecil seperti.. "Kenapa baru menyatakan setelah kamu mau pindah?"
Tapi aku bisa apaa
Aku juga tidak akan melarangmu untuk menggapai apa yang kamu cita-citakan
Bukankah itu demi masa depan kamu?
Aku pun ingin menggapai cita-cita ku
Sukses bersama mas...
Aku akan selalu mendukungmu, mendoakanmu
Dan semoga...
Bahagiaku, Kamu... ♥♥♥♥
Iya senang, ketika akhirnya kamu mulai mengakui bahwa....
Kamu menginginkanku menjadi pendampingmu
Tak pernah terpikirkan sama sekali olehku bahwa akhirnya kamu akan mengatakan hal itu kepadaku
Tembok yang sudah ku bangun selama empat tahun lebih ini ternyata tak sia-sia
Yang kukira akan di robohkan oleh orang lain yang mulai memasuki hidupku pun aku salah
Ternyata memang.....
... Rumahku itu kamu
Aku juga bukan cenayang yang bisa memprediksi bahwa masa depanku memang kamu
Tapi, setidaknya ku tahu bahwa selama ini ternyata kamu menginginkanku
Menginginkanku ada disamping kamu
Berkali-kali aku terjatuh, dan bangkit dalam menghadapi segala macam cobaan ketika aku menginginkanmu
Tetapi, aku sadar bahwa dulu itu memang masih belum waktunya
Beberapa kali aku terjatuh ke pelukan orang lain
Tapi aku juga masih tidak paham kenapa setiap kali aku terjatuh, tempatku kembali pulang adalah kamu
Itu yang membuatku terus berpikir
Apakah aku akan melepasmu, atau akan tetap menggenggammu
Sampai akhirnya aku membuat keputusan bahwa aku akan mencoba untuk membuka hati untuk orang lain, tanpa membohongi ataupun menghilangkan perasaan ini untukmu
Sampai akhirnya,
Kita bertemu lagi
Dengan alasan bertemu yang sangat lucu
Kamu mempunyai "hutang" kepadaku
Iya, hutang untuk mengajakku makan malam
Bahagia memang,
Ketika kamu mengajakku, rasanya seperti aku mendapatkan lotre
Tetapi, hal itu sirna ketika kamu berpamitan kepadaku bahwa kamu akan mulai pindah ke luar kota untuk bekerja
Aku shock, tapi aku mencoba untuk tetap stay cool
Iya, aku gengsi
Iya, aku sedih
Tapi aku bisa apa?
Tapi semua perasaan itu hilang kembali ketika sampai rumah kamu mengirimi ku pesan berisi...
Bahwa kamu mengajakku untuk menjalin sebuah hubungan
Aku berlari menuju kamar ibuku
Meminta pendapat apa yang terbaik untukku
Dan ibu menyetujuinya
Aku akhirnya mengikuti saran ibuku
Dan akhirnya kita sekarang ini bersama kan?
Sesuatu yang sudah ku tunggu selama hampir empat tahun, atau bahkan sudah lebih
Iya aku bahagia, tapi aku tidak boleh terlalu larut dengan kebahagiaan ini
Jalan kita masih panjang, mas....
Tapi tenang, aku akan mencoba untuk melakukan hal terbaik yang masih sejalan dan sesuai dengan apa yang aku yakini
Aaah
Perbincangan ini sebenarnya ingin aku sudahi,
Tetapi, tiba-tiba aku teringat bahwa sebentar lagi kamu tidak bisa lagi setiap saat ada untuk aku
Sedih memang, pertanyaan kecil seperti.. "Kenapa baru menyatakan setelah kamu mau pindah?"
Tapi aku bisa apaa
Aku juga tidak akan melarangmu untuk menggapai apa yang kamu cita-citakan
Bukankah itu demi masa depan kamu?
Aku pun ingin menggapai cita-cita ku
Sukses bersama mas...
Aku akan selalu mendukungmu, mendoakanmu
Dan semoga...
Bahagiaku, Kamu... ♥♥♥♥