Friday, 26 January 2018

My New Life

halooo
Terakhir kali memposting suatu, aku memposting tentang kekasih yang sekarang bahkan sudah menjadi mantan

Kali ini aku ingin bercerita tentang hidupku yang baru
Hidup sebagai Calon Aparatur Sipil Negara
Yha..
Aku di terima menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Keuangan Republik Indonesia
Tentulah itu merupakan suatu prestasi yang menurutku dan keluargaku sangat besar dan penting
Karena aku tau, bagaimana keluargaku dihina oleh orang-orang karena aku bahkan lulus dari universitas lokal yang sedang berkembang, yang bahkan jarang orang yang tahu

 Tapi aku bangga menjadi alumni dari Universitas Sains Al-Qur'an. Karena di sana, karakterku terbentuk. Begitu pula dengan pola pikirku. Aku menjadi aku yang baru yang bisa memutuskan mana yang memang terbaik untukku dan mana yang mamang itu tidak seharusnya dilakukan

Kembali lagi ke topik...
Aku sekarang pindah ke Jakarta, tinggal di kos kosan minimalis dengan ruangan 2x3 meter. Tapi aku selalu mensyukuri apa yang aku dapat
Karena aku juga paham bahwa masih banyak sekali yang tidak mempunyai tempat tinggal yang layak bahkan mereka rela untuk tidur di emperan toko

Aku diterima di Kementerian Keuangan di Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
Untuk On the Job Training pertama kali, aku ditempatkan di Direktorat Lelang tepatnya di Bina Lelang 3
Bahagianya aku ditempatkan disini. Tempatku sekarang ini...
Karena aku seperti menemukan keluarga baru yang sangat hangat, bahkan hangat sekali
Semua baik, bahkan mereka tidak menganggap bahwa kami adalah orang lain

Bekerja disini tidak seperti yang kalian bayangkan bahwa pekerjaan sebagai PNS itu mudah, enak dan banyak nganggurnya hahaha
Karena di pusat itu kita sangat disibukkan dengan laporan dari kantor wilayah dan unit di wilayah-wilayah hahaha
Melelahkan tapi membahagiakan
Apalagi ketika aku dipercaya oleh kasi untuk mengerjakan sesuatu, itu lebih membahagiakan lagi
Yeayyy

Aku akan terus berusaha menjadi ASN yang baik untuk menjaga aset negara...
Doakan aku teman-temaaan 😁😁😁

Thursday, 26 January 2017

bahagiaku, kamu?

Senang...
Iya senang, ketika akhirnya kamu mulai mengakui bahwa....
Kamu menginginkanku menjadi pendampingmu
Tak pernah terpikirkan sama sekali olehku bahwa akhirnya kamu akan mengatakan hal itu kepadaku
Tembok yang sudah ku bangun selama empat tahun lebih ini ternyata tak sia-sia
Yang kukira akan di robohkan oleh orang lain yang mulai memasuki hidupku pun aku salah
Ternyata memang.....
... Rumahku itu kamu

Aku juga bukan cenayang yang bisa memprediksi bahwa masa depanku memang kamu
Tapi, setidaknya ku tahu bahwa selama ini ternyata kamu menginginkanku
Menginginkanku ada disamping kamu

Berkali-kali aku terjatuh, dan bangkit dalam menghadapi segala macam cobaan ketika aku menginginkanmu
Tetapi, aku sadar bahwa dulu itu memang masih belum waktunya
Beberapa kali aku terjatuh ke pelukan orang lain
Tapi aku juga masih tidak paham kenapa setiap kali aku terjatuh, tempatku kembali pulang adalah kamu
Itu yang membuatku terus berpikir
Apakah aku akan melepasmu, atau akan tetap menggenggammu
Sampai akhirnya aku membuat keputusan bahwa aku akan mencoba untuk membuka hati untuk orang lain, tanpa membohongi ataupun menghilangkan perasaan ini untukmu

Sampai akhirnya, 
Kita bertemu lagi
Dengan alasan bertemu yang sangat lucu
Kamu mempunyai "hutang" kepadaku
Iya, hutang untuk mengajakku makan malam

Bahagia memang,
Ketika kamu mengajakku, rasanya seperti aku mendapatkan lotre
Tetapi, hal itu sirna ketika kamu berpamitan kepadaku bahwa kamu akan mulai pindah ke luar kota untuk bekerja
Aku shock, tapi aku mencoba untuk tetap stay cool
Iya, aku gengsi
Iya, aku sedih
Tapi aku bisa apa?

Tapi semua perasaan itu hilang kembali ketika sampai rumah kamu mengirimi ku pesan berisi...
Bahwa kamu mengajakku untuk menjalin sebuah hubungan
Aku berlari menuju kamar ibuku
Meminta pendapat apa yang terbaik untukku
Dan ibu menyetujuinya
Aku akhirnya mengikuti saran ibuku
Dan akhirnya kita sekarang ini bersama kan?
Sesuatu yang sudah ku tunggu selama hampir empat tahun, atau bahkan sudah lebih

Iya aku bahagia, tapi aku tidak boleh terlalu larut dengan kebahagiaan ini
Jalan kita masih panjang, mas....
Tapi tenang, aku akan mencoba untuk melakukan hal terbaik yang masih sejalan dan sesuai dengan apa yang aku yakini

Aaah
Perbincangan ini sebenarnya ingin aku sudahi,
Tetapi, tiba-tiba aku teringat bahwa sebentar lagi kamu tidak bisa lagi setiap saat ada untuk aku
Sedih memang, pertanyaan kecil seperti.. "Kenapa baru menyatakan setelah kamu mau pindah?"
Tapi aku bisa apaa
Aku juga tidak akan melarangmu untuk menggapai apa yang kamu cita-citakan 
Bukankah itu demi masa depan kamu?
Aku pun ingin menggapai cita-cita ku 

Sukses bersama mas...
Aku akan selalu mendukungmu, mendoakanmu
Dan semoga...
Bahagiaku, Kamu... ♥♥♥♥


Monday, 19 December 2016

kenangan itu, Dieng...

Dieng...
Waktu itu, aku lupa tepatnya... Aku pergi bersama temanku untuk menghadiri acara tahunan yang diadakan pemerintah Banjarnegara,,,
Ya, DCF atau Dieng Culture Festival
Itu merupakan acara yang pertama kali aku datangi. Excited memang...
Tapi, kurang persiapan kuakui
Kami datang berempat, membawa bekal seadanya dan membawa sleeping bag untuk tidur. Karena disana memang kami sudah menyewa tenda yang akan digunakan kami untuk tidur
Kami berangkat dengan rasa senang dan bangga, karena itu acara tahunan yang sudah sangat terkenal
Dengan menggunakan mikro bus, kami menempuh perjalanan sekitar 45 menit dengan ongkos sekitar Rp 15.000,-. Murah, karena tempat tinggalku di Wonosobo hehe
Sesampainya disana, kami langsung menghubungi panitia untuk konfirmasi tenda, setelah itu... barulah kita datang ke tempat diadakannya acara
Kami memang tidak membeli tiket DCF. Tetapi, kami hanya menyewa tenda untuk bermalam sehingga kita tidak perlu bingung ketika kita akan menonton acara tersebut sampai malam hari. Karena acara yang paling dinanti oleh wisatawan selain pemotongan rambut gembel, pastilah juga menunggu pentas musik jazz yang disuguhkan pada malam hari dengan suhu bisa saja sampai 1 atau pun minus 1 derajat yang membuat keadaan menjadi lebih indah dan juga dinginnya suasana bisa menambah kesyahduan antara perpaduan alunan musik jazz dan  keadaan sekitar
Sehingga perpaduan tersebut bisa menambah kebersamaan antara satu sama lain. Mungkin kalian menganggap aneh... Apa sih yang saya bicarakan? tapi, itu lah yang saya rasakan hehehe
Ditambah lagi, sebelum acara musik jazz, didahului dengan acara pelepasan atau penerbangan lampion secara bersama-sama sehingga langit-langit akan di penuhi oleh indahnya lampion ketika acara jazz di atas awan di laksanakan...
Sangat romantis, menurut saya...

Itu merupakan pengalaman pertama saya menghadiri acara tersebut, dan saya sangatlah terkesan..
Tetapi, akan menjadi sesuatu yang buruk ketika mulai menginjak waktu tidur dan tidur tenda hanya menggunakan sleeping bag tanpa alas...
Rasanya sangat dingin sekali, untuk ukuran saya yang tidak kuat akan dingin, rasanya seperti saya ingin pulang saja ke rumah. Saya juga ingin menangis karena saya tidak kuat akan dingin yang semakin lama semakin menjadi
Kaos kaki terasa seperti basah, celana yang bahkan saya menggunakan dua celana pun tak ada gunanya..
Saya hanya berdoa kepada Allah, semoga pagi hari cepat datang, agar mimpi buruk saya itu bisa segera berakhir...

Paginya, pada pukul 05.30 pagi saya bangun dan melihat keadaan di luar tenda. Dan yang saya temukan adalah es...
Yaa

es ada diatas tenda dan juga di rerumputan, barulah saya menyadari kenapa saya merasakan dingin yang sangat luar biasa
Setelah ditelusuri, ternyata suhu malam itu adalah minus satu derajat
Aku berpikir ebat sekali aku bisa bertahan disuhu ekstrim itu hahaha

Tapi di balik itu semua, pengalamanku dan teman-teman mengikuti acara DCF yaitu sangat menyenangkan dan sangat berkesan
Ingin rasanya mengikuti acara itu lagi, tapi seperti belum ada waktu emm, mungkin teman menonton yang tepat...
hehehe

Memulai Kembali?

Memulai Kembali....

Sebenarnya, apa itu memulai kembali? Aku juga tidak tahu
Yang saya tahu hanya, menjalani, selesai, perkenalan, menjalani dan akhirnya selesai lagi
Hanya itu...

Ketika seseorang berniat untuk mengajak ku dalam perihal memulai kembali, aku hanya bingung
Aku tidak pernah memulai dengannya
Lantas, kenapa aku harus memulai kembali?
Ataukah memang hanya persepsi ku saja yang salah tentang memulai kembali? Seperti halnya letak angka 6 (enam) yang pasti selalu menghasilkan berbagai macam persepsi karena letaknya yang bisa saja membingungkan para pemikir sehingga ada yang mengira bahwa itu angka 6 (enam) atau pun 9 (sembilan)
Semua itu benar, tergantung dari sudut mana mereka mengambil pandangan itu
Begitu juga dengan memulai kembali
Semua orang mempunyai persepsi sendiri tentang memulai kembali

Untukku, yang hanya mengetahui tentang perkenalan, menjalani, dan penyelesaian menganggap bahwa memulai kembali itu sebuah kegiatan yang dilakukan apabila kegiatan itu sudah pernah dijalankan
hahaha,,,
Aku juga tidak tahu apa sebenarnya yang ada dalam benakku
Mungkin...
Karena rasa bahagiaku yang tiba-tiba mendapatkan tawaran memulai kembali dari seseorang yang sesuai dengan hati..

Lemah mungkin
iya, selemah itu dan segampang itu aku luluh hanya dengan rayuan kata itu
Tapi ini kenyataannya, dia datang dengan sangat cantik, sangat lihai, bahkan aku terbuai
Terbuai oleh sikapnya, terbuai dari tingkahnya yang secara tersirat bisa meluluhkan kokohnya tembok pertahanan yang dengan lelahnya dibangun selama tiga tahun belakangan ini

Mungkin memang ini waktunya, waktu untuk memulai dan melupakan semuanya
Untuk apa menunggu, menunggu sesuatu yang sudah ada di genggaman, namun tak dapat diraih ketika tidak mengorbankan tindakan
Aku tak mau yang seperti itu,
Ini bukan "gengsi"....
Tetapi, aku hanya lelah, dan kini sudah menyadari bahwa mengejar sesuatu yang sudah digenggam tapi tak dapat diraih itu sangat menyakitkan

Sekarang saatnya membuka lagi, membuka kepada yang berhasil merobohkan tembok ini. Tanpa adanya bantuan dari diri
Mungkin dialah orangnya, tapi aku juga belum tau pasti
Yang jelas, kini tembok kokoh itu sudah berangsur rapuh
Rapuh karena lembutnya sikapmu yang membuai otakku
Merasuk ke jiwa sehingga ku tak bisa mengelak bahwa mungkin kaulah orangnya
Orang yang dikirimkan, untuk membuatku bahagia
Aku memang berharap, tapi harapanku juga tidak sebesar yang kamu bayangkan
Aku hanya takut jatuh, Jatuh setelah kau terbangkan bersama angan-angan yang selalu menggelitik kokohnya pertahanan

Mari menjalani, hanya menjalani apa yang sekarang terjadi
Aku dan kamu pasti berusaha
Tapi, siapa tahu jalan maupun rintangan yang akan kita hadapi nanti?
Maka dari itu, aku lebih menyukai kata "menjalani" daripada memulai kembali

yaaa
Menjalani.....