Memulai Kembali....
Sebenarnya, apa itu memulai kembali? Aku juga tidak tahu
Yang saya tahu hanya, menjalani, selesai, perkenalan, menjalani dan akhirnya selesai lagi
Hanya itu...
Ketika seseorang berniat untuk mengajak ku dalam perihal memulai kembali, aku hanya bingung
Aku tidak pernah memulai dengannya
Lantas, kenapa aku harus memulai kembali?
Ataukah memang hanya persepsi ku saja yang salah tentang memulai kembali? Seperti halnya letak angka 6 (enam) yang pasti selalu menghasilkan berbagai macam persepsi karena letaknya yang bisa saja membingungkan para pemikir sehingga ada yang mengira bahwa itu angka 6 (enam) atau pun 9 (sembilan)
Semua itu benar, tergantung dari sudut mana mereka mengambil pandangan itu
Begitu juga dengan memulai kembali
Semua orang mempunyai persepsi sendiri tentang memulai kembali
Untukku, yang hanya mengetahui tentang perkenalan, menjalani, dan penyelesaian menganggap bahwa memulai kembali itu sebuah kegiatan yang dilakukan apabila kegiatan itu sudah pernah dijalankan
hahaha,,,
Aku juga tidak tahu apa sebenarnya yang ada dalam benakku
Mungkin...
Karena rasa bahagiaku yang tiba-tiba mendapatkan tawaran memulai kembali dari seseorang yang sesuai dengan hati..
Lemah mungkin
iya, selemah itu dan segampang itu aku luluh hanya dengan rayuan kata itu
Tapi ini kenyataannya, dia datang dengan sangat cantik, sangat lihai, bahkan aku terbuai
Terbuai oleh sikapnya, terbuai dari tingkahnya yang secara tersirat bisa meluluhkan kokohnya tembok pertahanan yang dengan lelahnya dibangun selama tiga tahun belakangan ini
Mungkin memang ini waktunya, waktu untuk memulai dan melupakan semuanya
Untuk apa menunggu, menunggu sesuatu yang sudah ada di genggaman, namun tak dapat diraih ketika tidak mengorbankan tindakan
Aku tak mau yang seperti itu,
Ini bukan "gengsi"....
Tetapi, aku hanya lelah, dan kini sudah menyadari bahwa mengejar sesuatu yang sudah digenggam tapi tak dapat diraih itu sangat menyakitkan
Sekarang saatnya membuka lagi, membuka kepada yang berhasil merobohkan tembok ini. Tanpa adanya bantuan dari diri
Mungkin dialah orangnya, tapi aku juga belum tau pasti
Yang jelas, kini tembok kokoh itu sudah berangsur rapuh
Rapuh karena lembutnya sikapmu yang membuai otakku
Merasuk ke jiwa sehingga ku tak bisa mengelak bahwa mungkin kaulah orangnya
Orang yang dikirimkan, untuk membuatku bahagia
Aku memang berharap, tapi harapanku juga tidak sebesar yang kamu bayangkan
Aku hanya takut jatuh, Jatuh setelah kau terbangkan bersama angan-angan yang selalu menggelitik kokohnya pertahanan
Mari menjalani, hanya menjalani apa yang sekarang terjadi
Aku dan kamu pasti berusaha
Tapi, siapa tahu jalan maupun rintangan yang akan kita hadapi nanti?
Maka dari itu, aku lebih menyukai kata "menjalani" daripada memulai kembali
yaaa
Menjalani.....
Sebenarnya, apa itu memulai kembali? Aku juga tidak tahu
Yang saya tahu hanya, menjalani, selesai, perkenalan, menjalani dan akhirnya selesai lagi
Hanya itu...
Ketika seseorang berniat untuk mengajak ku dalam perihal memulai kembali, aku hanya bingung
Aku tidak pernah memulai dengannya
Lantas, kenapa aku harus memulai kembali?
Ataukah memang hanya persepsi ku saja yang salah tentang memulai kembali? Seperti halnya letak angka 6 (enam) yang pasti selalu menghasilkan berbagai macam persepsi karena letaknya yang bisa saja membingungkan para pemikir sehingga ada yang mengira bahwa itu angka 6 (enam) atau pun 9 (sembilan)
Semua itu benar, tergantung dari sudut mana mereka mengambil pandangan itu
Begitu juga dengan memulai kembali
Semua orang mempunyai persepsi sendiri tentang memulai kembali
Untukku, yang hanya mengetahui tentang perkenalan, menjalani, dan penyelesaian menganggap bahwa memulai kembali itu sebuah kegiatan yang dilakukan apabila kegiatan itu sudah pernah dijalankan
hahaha,,,
Aku juga tidak tahu apa sebenarnya yang ada dalam benakku
Mungkin...
Karena rasa bahagiaku yang tiba-tiba mendapatkan tawaran memulai kembali dari seseorang yang sesuai dengan hati..
Lemah mungkin
iya, selemah itu dan segampang itu aku luluh hanya dengan rayuan kata itu
Tapi ini kenyataannya, dia datang dengan sangat cantik, sangat lihai, bahkan aku terbuai
Terbuai oleh sikapnya, terbuai dari tingkahnya yang secara tersirat bisa meluluhkan kokohnya tembok pertahanan yang dengan lelahnya dibangun selama tiga tahun belakangan ini
Mungkin memang ini waktunya, waktu untuk memulai dan melupakan semuanya
Untuk apa menunggu, menunggu sesuatu yang sudah ada di genggaman, namun tak dapat diraih ketika tidak mengorbankan tindakan
Aku tak mau yang seperti itu,
Ini bukan "gengsi"....
Tetapi, aku hanya lelah, dan kini sudah menyadari bahwa mengejar sesuatu yang sudah digenggam tapi tak dapat diraih itu sangat menyakitkan
Sekarang saatnya membuka lagi, membuka kepada yang berhasil merobohkan tembok ini. Tanpa adanya bantuan dari diri
Mungkin dialah orangnya, tapi aku juga belum tau pasti
Yang jelas, kini tembok kokoh itu sudah berangsur rapuh
Rapuh karena lembutnya sikapmu yang membuai otakku
Merasuk ke jiwa sehingga ku tak bisa mengelak bahwa mungkin kaulah orangnya
Orang yang dikirimkan, untuk membuatku bahagia
Aku memang berharap, tapi harapanku juga tidak sebesar yang kamu bayangkan
Aku hanya takut jatuh, Jatuh setelah kau terbangkan bersama angan-angan yang selalu menggelitik kokohnya pertahanan
Mari menjalani, hanya menjalani apa yang sekarang terjadi
Aku dan kamu pasti berusaha
Tapi, siapa tahu jalan maupun rintangan yang akan kita hadapi nanti?
Maka dari itu, aku lebih menyukai kata "menjalani" daripada memulai kembali
yaaa
Menjalani.....
No comments:
Post a Comment