Dieng...
Waktu itu, aku lupa tepatnya... Aku pergi bersama temanku untuk menghadiri acara tahunan yang diadakan pemerintah Banjarnegara,,,
Ya, DCF atau Dieng Culture Festival
Itu merupakan acara yang pertama kali aku datangi. Excited memang...
Tapi, kurang persiapan kuakui
Kami datang berempat, membawa bekal seadanya dan membawa sleeping bag untuk tidur. Karena disana memang kami sudah menyewa tenda yang akan digunakan kami untuk tidur
Kami berangkat dengan rasa senang dan bangga, karena itu acara tahunan yang sudah sangat terkenal
Dengan menggunakan mikro bus, kami menempuh perjalanan sekitar 45 menit dengan ongkos sekitar Rp 15.000,-. Murah, karena tempat tinggalku di Wonosobo hehe
Sesampainya disana, kami langsung menghubungi panitia untuk konfirmasi tenda, setelah itu... barulah kita datang ke tempat diadakannya acara
Kami memang tidak membeli tiket DCF. Tetapi, kami hanya menyewa tenda untuk bermalam sehingga kita tidak perlu bingung ketika kita akan menonton acara tersebut sampai malam hari. Karena acara yang paling dinanti oleh wisatawan selain pemotongan rambut gembel, pastilah juga menunggu pentas musik jazz yang disuguhkan pada malam hari dengan suhu bisa saja sampai 1 atau pun minus 1 derajat yang membuat keadaan menjadi lebih indah dan juga dinginnya suasana bisa menambah kesyahduan antara perpaduan alunan musik jazz dan keadaan sekitar
Sehingga perpaduan tersebut bisa menambah kebersamaan antara satu sama lain. Mungkin kalian menganggap aneh... Apa sih yang saya bicarakan? tapi, itu lah yang saya rasakan hehehe
Ditambah lagi, sebelum acara musik jazz, didahului dengan acara pelepasan atau penerbangan lampion secara bersama-sama sehingga langit-langit akan di penuhi oleh indahnya lampion ketika acara jazz di atas awan di laksanakan...
Sangat romantis, menurut saya...
Itu merupakan pengalaman pertama saya menghadiri acara tersebut, dan saya sangatlah terkesan..
Tetapi, akan menjadi sesuatu yang buruk ketika mulai menginjak waktu tidur dan tidur tenda hanya menggunakan sleeping bag tanpa alas...
Rasanya sangat dingin sekali, untuk ukuran saya yang tidak kuat akan dingin, rasanya seperti saya ingin pulang saja ke rumah. Saya juga ingin menangis karena saya tidak kuat akan dingin yang semakin lama semakin menjadi
Kaos kaki terasa seperti basah, celana yang bahkan saya menggunakan dua celana pun tak ada gunanya..
Saya hanya berdoa kepada Allah, semoga pagi hari cepat datang, agar mimpi buruk saya itu bisa segera berakhir...
Paginya, pada pukul 05.30 pagi saya bangun dan melihat keadaan di luar tenda. Dan yang saya temukan adalah es...
Yaa
es ada diatas tenda dan juga di rerumputan, barulah saya menyadari kenapa saya merasakan dingin yang sangat luar biasa
Setelah ditelusuri, ternyata suhu malam itu adalah minus satu derajat
Aku berpikir ebat sekali aku bisa bertahan disuhu ekstrim itu hahaha
Tapi di balik itu semua, pengalamanku dan teman-teman mengikuti acara DCF yaitu sangat menyenangkan dan sangat berkesan
Ingin rasanya mengikuti acara itu lagi, tapi seperti belum ada waktu emm, mungkin teman menonton yang tepat...
hehehe
Waktu itu, aku lupa tepatnya... Aku pergi bersama temanku untuk menghadiri acara tahunan yang diadakan pemerintah Banjarnegara,,,
Ya, DCF atau Dieng Culture Festival
Itu merupakan acara yang pertama kali aku datangi. Excited memang...
Tapi, kurang persiapan kuakui
Kami datang berempat, membawa bekal seadanya dan membawa sleeping bag untuk tidur. Karena disana memang kami sudah menyewa tenda yang akan digunakan kami untuk tidur
Kami berangkat dengan rasa senang dan bangga, karena itu acara tahunan yang sudah sangat terkenal
Dengan menggunakan mikro bus, kami menempuh perjalanan sekitar 45 menit dengan ongkos sekitar Rp 15.000,-. Murah, karena tempat tinggalku di Wonosobo hehe
Sesampainya disana, kami langsung menghubungi panitia untuk konfirmasi tenda, setelah itu... barulah kita datang ke tempat diadakannya acara
Kami memang tidak membeli tiket DCF. Tetapi, kami hanya menyewa tenda untuk bermalam sehingga kita tidak perlu bingung ketika kita akan menonton acara tersebut sampai malam hari. Karena acara yang paling dinanti oleh wisatawan selain pemotongan rambut gembel, pastilah juga menunggu pentas musik jazz yang disuguhkan pada malam hari dengan suhu bisa saja sampai 1 atau pun minus 1 derajat yang membuat keadaan menjadi lebih indah dan juga dinginnya suasana bisa menambah kesyahduan antara perpaduan alunan musik jazz dan keadaan sekitar
Sehingga perpaduan tersebut bisa menambah kebersamaan antara satu sama lain. Mungkin kalian menganggap aneh... Apa sih yang saya bicarakan? tapi, itu lah yang saya rasakan hehehe
Ditambah lagi, sebelum acara musik jazz, didahului dengan acara pelepasan atau penerbangan lampion secara bersama-sama sehingga langit-langit akan di penuhi oleh indahnya lampion ketika acara jazz di atas awan di laksanakan...
Sangat romantis, menurut saya...
Itu merupakan pengalaman pertama saya menghadiri acara tersebut, dan saya sangatlah terkesan..
Tetapi, akan menjadi sesuatu yang buruk ketika mulai menginjak waktu tidur dan tidur tenda hanya menggunakan sleeping bag tanpa alas...
Rasanya sangat dingin sekali, untuk ukuran saya yang tidak kuat akan dingin, rasanya seperti saya ingin pulang saja ke rumah. Saya juga ingin menangis karena saya tidak kuat akan dingin yang semakin lama semakin menjadi
Kaos kaki terasa seperti basah, celana yang bahkan saya menggunakan dua celana pun tak ada gunanya..
Saya hanya berdoa kepada Allah, semoga pagi hari cepat datang, agar mimpi buruk saya itu bisa segera berakhir...
Paginya, pada pukul 05.30 pagi saya bangun dan melihat keadaan di luar tenda. Dan yang saya temukan adalah es...
Yaa
es ada diatas tenda dan juga di rerumputan, barulah saya menyadari kenapa saya merasakan dingin yang sangat luar biasa
Setelah ditelusuri, ternyata suhu malam itu adalah minus satu derajat
Aku berpikir ebat sekali aku bisa bertahan disuhu ekstrim itu hahaha
Tapi di balik itu semua, pengalamanku dan teman-teman mengikuti acara DCF yaitu sangat menyenangkan dan sangat berkesan
Ingin rasanya mengikuti acara itu lagi, tapi seperti belum ada waktu emm, mungkin teman menonton yang tepat...
hehehe


No comments:
Post a Comment