Monday, 19 December 2016

kenangan itu, Dieng...

Dieng...
Waktu itu, aku lupa tepatnya... Aku pergi bersama temanku untuk menghadiri acara tahunan yang diadakan pemerintah Banjarnegara,,,
Ya, DCF atau Dieng Culture Festival
Itu merupakan acara yang pertama kali aku datangi. Excited memang...
Tapi, kurang persiapan kuakui
Kami datang berempat, membawa bekal seadanya dan membawa sleeping bag untuk tidur. Karena disana memang kami sudah menyewa tenda yang akan digunakan kami untuk tidur
Kami berangkat dengan rasa senang dan bangga, karena itu acara tahunan yang sudah sangat terkenal
Dengan menggunakan mikro bus, kami menempuh perjalanan sekitar 45 menit dengan ongkos sekitar Rp 15.000,-. Murah, karena tempat tinggalku di Wonosobo hehe
Sesampainya disana, kami langsung menghubungi panitia untuk konfirmasi tenda, setelah itu... barulah kita datang ke tempat diadakannya acara
Kami memang tidak membeli tiket DCF. Tetapi, kami hanya menyewa tenda untuk bermalam sehingga kita tidak perlu bingung ketika kita akan menonton acara tersebut sampai malam hari. Karena acara yang paling dinanti oleh wisatawan selain pemotongan rambut gembel, pastilah juga menunggu pentas musik jazz yang disuguhkan pada malam hari dengan suhu bisa saja sampai 1 atau pun minus 1 derajat yang membuat keadaan menjadi lebih indah dan juga dinginnya suasana bisa menambah kesyahduan antara perpaduan alunan musik jazz dan  keadaan sekitar
Sehingga perpaduan tersebut bisa menambah kebersamaan antara satu sama lain. Mungkin kalian menganggap aneh... Apa sih yang saya bicarakan? tapi, itu lah yang saya rasakan hehehe
Ditambah lagi, sebelum acara musik jazz, didahului dengan acara pelepasan atau penerbangan lampion secara bersama-sama sehingga langit-langit akan di penuhi oleh indahnya lampion ketika acara jazz di atas awan di laksanakan...
Sangat romantis, menurut saya...

Itu merupakan pengalaman pertama saya menghadiri acara tersebut, dan saya sangatlah terkesan..
Tetapi, akan menjadi sesuatu yang buruk ketika mulai menginjak waktu tidur dan tidur tenda hanya menggunakan sleeping bag tanpa alas...
Rasanya sangat dingin sekali, untuk ukuran saya yang tidak kuat akan dingin, rasanya seperti saya ingin pulang saja ke rumah. Saya juga ingin menangis karena saya tidak kuat akan dingin yang semakin lama semakin menjadi
Kaos kaki terasa seperti basah, celana yang bahkan saya menggunakan dua celana pun tak ada gunanya..
Saya hanya berdoa kepada Allah, semoga pagi hari cepat datang, agar mimpi buruk saya itu bisa segera berakhir...

Paginya, pada pukul 05.30 pagi saya bangun dan melihat keadaan di luar tenda. Dan yang saya temukan adalah es...
Yaa

es ada diatas tenda dan juga di rerumputan, barulah saya menyadari kenapa saya merasakan dingin yang sangat luar biasa
Setelah ditelusuri, ternyata suhu malam itu adalah minus satu derajat
Aku berpikir ebat sekali aku bisa bertahan disuhu ekstrim itu hahaha

Tapi di balik itu semua, pengalamanku dan teman-teman mengikuti acara DCF yaitu sangat menyenangkan dan sangat berkesan
Ingin rasanya mengikuti acara itu lagi, tapi seperti belum ada waktu emm, mungkin teman menonton yang tepat...
hehehe

Memulai Kembali?

Memulai Kembali....

Sebenarnya, apa itu memulai kembali? Aku juga tidak tahu
Yang saya tahu hanya, menjalani, selesai, perkenalan, menjalani dan akhirnya selesai lagi
Hanya itu...

Ketika seseorang berniat untuk mengajak ku dalam perihal memulai kembali, aku hanya bingung
Aku tidak pernah memulai dengannya
Lantas, kenapa aku harus memulai kembali?
Ataukah memang hanya persepsi ku saja yang salah tentang memulai kembali? Seperti halnya letak angka 6 (enam) yang pasti selalu menghasilkan berbagai macam persepsi karena letaknya yang bisa saja membingungkan para pemikir sehingga ada yang mengira bahwa itu angka 6 (enam) atau pun 9 (sembilan)
Semua itu benar, tergantung dari sudut mana mereka mengambil pandangan itu
Begitu juga dengan memulai kembali
Semua orang mempunyai persepsi sendiri tentang memulai kembali

Untukku, yang hanya mengetahui tentang perkenalan, menjalani, dan penyelesaian menganggap bahwa memulai kembali itu sebuah kegiatan yang dilakukan apabila kegiatan itu sudah pernah dijalankan
hahaha,,,
Aku juga tidak tahu apa sebenarnya yang ada dalam benakku
Mungkin...
Karena rasa bahagiaku yang tiba-tiba mendapatkan tawaran memulai kembali dari seseorang yang sesuai dengan hati..

Lemah mungkin
iya, selemah itu dan segampang itu aku luluh hanya dengan rayuan kata itu
Tapi ini kenyataannya, dia datang dengan sangat cantik, sangat lihai, bahkan aku terbuai
Terbuai oleh sikapnya, terbuai dari tingkahnya yang secara tersirat bisa meluluhkan kokohnya tembok pertahanan yang dengan lelahnya dibangun selama tiga tahun belakangan ini

Mungkin memang ini waktunya, waktu untuk memulai dan melupakan semuanya
Untuk apa menunggu, menunggu sesuatu yang sudah ada di genggaman, namun tak dapat diraih ketika tidak mengorbankan tindakan
Aku tak mau yang seperti itu,
Ini bukan "gengsi"....
Tetapi, aku hanya lelah, dan kini sudah menyadari bahwa mengejar sesuatu yang sudah digenggam tapi tak dapat diraih itu sangat menyakitkan

Sekarang saatnya membuka lagi, membuka kepada yang berhasil merobohkan tembok ini. Tanpa adanya bantuan dari diri
Mungkin dialah orangnya, tapi aku juga belum tau pasti
Yang jelas, kini tembok kokoh itu sudah berangsur rapuh
Rapuh karena lembutnya sikapmu yang membuai otakku
Merasuk ke jiwa sehingga ku tak bisa mengelak bahwa mungkin kaulah orangnya
Orang yang dikirimkan, untuk membuatku bahagia
Aku memang berharap, tapi harapanku juga tidak sebesar yang kamu bayangkan
Aku hanya takut jatuh, Jatuh setelah kau terbangkan bersama angan-angan yang selalu menggelitik kokohnya pertahanan

Mari menjalani, hanya menjalani apa yang sekarang terjadi
Aku dan kamu pasti berusaha
Tapi, siapa tahu jalan maupun rintangan yang akan kita hadapi nanti?
Maka dari itu, aku lebih menyukai kata "menjalani" daripada memulai kembali

yaaa
Menjalani.....